Minggu, 26 Februari 2012

Movie Review : Warrior (2011)


Sesuai dengan tagline diatas Family is worth fighting for, Warrior adalah salah satu film drama olahraga yang disutradarai oleh Gavin O'Connor dan dirilis pada tanggal 09 September 2011 yang menceritakan konflik keluarga yang terjadi diantara karakter-karakternya. Warrior dibuka dengan kepulangan Tommy Riordan/Tommy Conlon (yang diperankan oleh Tom Hardy) ke rumah ayahnya, Paddy Conlon (Nick Nolte) yang dulunya adalah seorang alkoholik. Alasan ia untuk kembali ke rumah ayahnya adalah karena ia ingin mengikuti sebuah kompetisi Mixed Martial Arts (MMA) yang bernama Sparta dan meminta agar dirinya kembali dilatih seperti dahulu. Ketika remaja, Tommy memang adalah seorang pegulat muda dengan masa depan yang menjanjikan. Sementara itu Brendan Conlon (Joel Edgerton) anak sulung dari Paddy Conlon sekarang telah menikah dengan Tess Conlon (Jennifer Morrison) dan memiliki dua orang putri, Emily dan Rosie. Saat ini Brendan sedang bekerja sebagai seorang guru Fisika di sebuah sekolah dan menemukan dirinya berada dalam kesulitan keuangan (tempat tinggal Brendan dan keluarganya akan segera disita). Berbekal dengan pengalamannya yang pernah terlibat dalam berbagai pertarungan UFC, ia akhirnya juga mengikuti kompetisi MMA Sparta guna memenangkan uang sebanyak US$ 5 juta. Nah, rumor Brendan terlibat dalam aktivitas seperti ini segera menyebar di sekolah dan membuat dia diskor tanpa bayaran oleh Pengawas Sekolah. Di turnamen, Brendan menemukan bahwa Tommy juga ikut berpartisipasi dan segera bertemu untuk pertama kalinya dalam 14 tahun. Dijelaskan bahwa Brendan pada saat berumur 16 tahun lari dengan kekasihnya yang sekarang menjadi istrinya daripada hidup bersama dengan Tommy dan ibunya, yang kemudian sakit dan meninggal dunia. Brendan mengaku bahwa ia telah memaafkan ayah atas apa yang telah dilakukannya, tetapi Tommy tidak percaya dan menolak memaafkan Brendan. Beberapa hari kemudian, babak final turnamen tersebutpun tiba, dan akhirnya Tommy dan Brendan akan berhadapan untuk saling bertarung satu sama lain. Siapakah yang akhirnya akan memenangkan pertandingan itu? Disini, Warrior saya artikan sebagai Pejuang. Tommy yang "berjuang" untuk memenangkan pertandingan demi membantu keluarga temannya dimana temannya meninggal pada saat berjuang bersama-sama di unit kesatuan militer. Brendan yang "berjuang" demi mempertahankan tempat tinggal untuk kebahagiaan dan kesejahteraan istri dan anak-anaknya. Dan Paddy Conlon yang "berjuang" untuk menebus kesalahannya di masa lalu dan "berjuang" untuk memperoleh kepercayaan dari kedua putranya tersebut. Penampilan Nick Nolte sebagai Paddy Conlon adalah salah satu penampilan apik nan mengharukan yang datang dari aktor lawas tersebut. Film ini tidak dipungkiri benar-benar menguras sisi emosional gue sebagai penonton. Bravo!

Berikut adalah satu-satunya penghargaan yang diperoleh dalam ajang Academy Award ke-84 (Feb 26, 2012) :
1. Best Performance by an Actor in a Supporting Role - Nick Nolte (Nominee)


Rating : 4/5


Diolah dari berbagai sumber

Minggu, 19 Februari 2012

Movie Review : The Fighter (2010)


Membicarakan film ini sama halnya dengan kita membicarakan tentang olahraga boxing. Yup, film The Fighter adalah sport movie yang disutradarai oleh David O. Russell. Dikisahkan pada tokoh sentral bernama Micky Ward (yang diperankan oleh Mark Wahlberg) dengan julukan Irish adalah seorang petinju kelas welter yang dianggap sebagai 'pahlawan' bagi orang-orang kelas bawah di lingkungan pekerja Lowell, Massachusetts. Dalam setiap pertandingan, ia selalu dibantu oleh saudara tirinya Dicky Eklund (diperankan dengan sangat cemerlang oleh Christian Bale) yang dulunya juga sempat meniti karir sebagai petinju dan menjadi terkenal karena telah mengalahkan Sugar Ray Leonard di saluran televisi HBO yang kemudian kehidupannya menjadi hancur karena kecanduan kokain. Di Atlantic City, Micky dijadwalkan akan bertanding tetapi sayang lawan tandingnya sedang sakit dan akhirnya diganti oleh petinju yang 18 pounds lebih berat daripada Micky. Pada awalnya, Micky enggan bertanding, yang kemudian diyakinkan oleh ibunya yang oportunis (diperankan dengan sangat baik oleh Melissa Leo) dan Dicky untuk tetap melaksanakan pertandingan tersebut dengan alasan akan mendapatkan bayaran. Kenyataannya, Micky kalah dan merasa malu karena sebelumnya ia telah berjanji pada puterinya, Kasey (oleh Caitlin Dwyer) untuk membawanya tinggal bersamanya setelah mendapatkan uang jika ia memenangkan pertandingan. Selama ini Kasey tinggal bersama mantan istrinya. Micky juga tidak jadi menelepon Charlene Fleming (diperankan oleh Amy Adams), gadis yang telah lama disukainya padahal ia telah berjanji untuk mengajak Charlene pergi makan malam dan menonton bioskop. Di film ini, kita akan melihat perjuangan Micky untuk menang dalam pertandingan dimana ia juga bekerja sambilan sebagai pengaspal jalan, kita juga akan melihat kehidupannya dalam keluarga dan konflik-konflik yang timbul didalamnya serta kehidupan asmaranya dengan Charlene. Film yang diangkat berdasarkan biografi Micky Ward ini adalah salah satu film drama terbaik yang ada di tahun 2010 lalu.

Berikut adalah penghargaan yang diperoleh film The Fighter di ajang 83rd Academy Awards (Feb 27, 2011):
WINNER
1. Best Performance by an Actor in a Supporting Role - Christian Bale
2. Best Performance by an Actress in a Supporting Role - Melissa Leo
NOMINEE
3. Best Picture - David Hoberman, Todd Lieberman, and Mark Wahlberg 
4. Best Director - David O. Russell
5. Best Performance by an Actress in a Supporting Role - Amy Adams
6. Best Writing (Original Screenplay) - Scott Silver, Paul Tamasy, Eric Johnson & Keith Dorrington
7. Best Film Editing - Pamela Martin


Rating : 4/5

 
Diolah dari berbagai sumber

Prediksi Pemenang 84th Academy Awards


Menurut sumber Wikipedia, Academy Award atau disebut juga Piala Oscar adalah penghargaan film paling terutama di Amerika Serikat yang diberikan oleh AMPAS (Academy of Motion Picture Arts and Sciences), sebuah organisasi penghormatan profesional di industri film termasuk sutradara, aktor/aktris dan penulis.

Nah, pada tanggal 26 Februari 2012 akan dilaksanakan acara perayaan tersebut di Kodak Theatre, Hollywood, California, yang sebelumnya pada tanggal 24 Januari 2012 telah diumumkan para nominasinya.

Berikut adalah prediksi saya atas para pemenang di ajang penghargaan Academy Awards ke-84 baik di kategori penyutradaraan, kategori akting maupun kategori penulisan screenplay berdasarkan insting pribadi dan informasi dari berbagai macam blog atau situs film lain :


BEST PICTURE
1. The Artist
2. The Descendants
3. Extremely Loud and Incredibly Close
4. The Help
5. Hugo
6. Midnight in Paris
7. Moneyball
8. The Tree of Life
9. War Horse

Prediksi Pemenang : The Artist

BEST DIRECTOR
1. Woody Allen - Midnight in Paris
2. Michel Hazanavicius - The Artist
3. Terrence Malick - The Tree of Life
4. Alexander Payne - The Descendants
5. Martin Scorsese - Hugo

Prediksi Pemenang : Michel Hazanavicius - The Artist

BEST ACTOR IN A LEADING ROLE
1. Demian Bichir - A Better Life
2. George Clooney - The Descendants
3. Jean Dujardin - The Artist
4. Gary Oldman - Tinker Tailor Soldier Spy
5. Brad Pitt - Moneyball

Prediksi Pemenang : Jean Dujardin - The Artist

BEST ACTRESS IN A LEADING ROLE
1. Glenn Close - Albert Nobbs
2. Viola Davis - The Help
3. Rooney Mara - The Girl with the Dragon Tattoo
4. Meryl Streep - The Iron Lady
5. Michelle Williams - My Week with Maryln

Prediksi Pemenang : Meryl Streep - The Iron Lady

BEST ACTOR IN A SUPPORTING ROLE
1. Kenneth Branagh - My Week with Maryln
2. Jonah Hill - Moneyball
3. Nick Nolte - Warrior
4. Christopher Plummer - Beginners
5. Max von Sydow - Extremely Loud and Incredibly Close

Prediksi Pemenang : Christopher Plummer - Beginners

BEST ACTRESS IN A SUPPORTING ROLE
1. Berenice Bejo - The Artist
2. Jessica Chastain - The Help
3. Melissa McCarthy - Bridesmaids
4. Janet McTeer - Albert Nobbs
5. Octavia Spencer - The Help

Prediksi Pemenang : Octavia Spencer - The Help

BEST WRITING - ORIGINAL SCREENPLAY
1. The Artist - Michel Hazanavicius
2. Bridesmaids - Kristen Wiig and Annie Mumolo
3. Margin Call - J.C. Chandor
4. Midnight in Paris - Woody Allen
5. A Separation - Asghar Farhadi

Prediksi Pemenang : Midnight in Paris - Woody Allen

BEST WRITING - ADAPTED SCREENPLAY
1. The Descendants - Alexander Payne, Nat Faxon, and Jim Rash
2. Hugo - John Logan
3. The Ides of March - George Clooney, Grant Heslov, and Beau Willimon
4. Moneyball - Steven Zaillian and Aaron Sorkin
5. Tinker Tailor Soldier Spy - Bridget O'Connor and Peter Straughan

Prediksi Pemenang : Moneyball - Steven Zaillian and Aaron Sorkin
 
BEST ANIMATED FEATURE
1. A Cat in Paris - Alain Gagnol and Jean-Loup Felicioli
2. Chico and Rita - Fernando Trueba and Javier Mariscal
3. Kung Fu Panda 2 - Jennifer Yuh Nelson
4. Puss in Boots - Chris Miller
5. Rango - Gore Verbinski

Prediksi Pemenang : Rango - Gore Verbinski

BEST FOREIGN LANGUAGE FILM
1. Bullhead (Belgium) - Michael R. Roskam
2. Footnote (Israel) - Joseph Cedar
3. In Darkness (Poland) - Agnieszka Holland
4. Monsieur Lazhar (Canada) - Philippe Falardeau
5. A Separation (Iran) - Asghar Farhadi

Prediksi Pemenang : A Separation (Iran) - Asghar Farhadi

BEST DOCUMENTARY - FEATURE
1. Hell and Back Again - Danfung Dennis and Mike Lerner 
2. If a Tree Falls:A Story of the Earth Liberation Front - Marshall Curry and Sam Cullman
3. Paradise Lost 3: Purgatory - Joe Berlinger and Bruce Sinofsky
4. Pina - Wim Wenders and Gian-Piero Ringel 
5. Undefeated - TJ Martin, Dan Lindsay, and Richard Middlemas

Prediksi Pemenang : Pina - Wim Wenders and Gian-Piero Ringel

BEST DOCUMENTARY - SHORT SUBJECT
1. The Barber of Birmingham: Foot Soldier of the Civil Rights Movement - Robin Fryday and Gail Dolgin
2. Gos Is the Bigger Elvis - Rebecca Cammisa and Julie Anderson
3. Incident in New Baghdad - James Spione
4. Saving Face - Daniel Junge and Sharmeen Obaid-Chinoy 
5. The Tsunami and the Cherry Blossom - Lucy Walker and Kira Carstensen

Prediksi Pemenang : Saving Face - Daniel Junge and Sharmeen Obaid-Chinoy

BEST LIVE ACTION SHORT FILM
1. Pentecost - Peter McDonald and Eimear O'Kane
2. Raju - Maz Zahle and Stefan Gieren
3. The Shore - Terry George and Oorlagh George
4. Time Freak - Andrew Bowler and Gigi Causey
5. Tuba Atlantic - Hallvar Witzo

Prediksi Pemenang : Tuba Atlantic - Hallvar Witzo

BEST ANIMATED SHORT FILM
1. Dimanche - Patrick Doyon
2. The Fantastic Flying Books of Mr. Morris Lessmore - William Joyce and Brandon Oldenburg
3. La Luna - Enrico Casarosa
4. A Morning Stroll - Grant Orchard and Sue Goffe
5. Wild Life - Amanda Forbis and Wndy Tilby

Prediksi Pemenang : La Luna - Enrico Casarosa

BEST ORIGINAL SCORE
1. The Adventures of Tintin - John Williams
2. The Artist - Ludovic Bource
3. Hugo - Howard Shore
4. Tinker Tailor Soldier Spy - Alberto Iglesias
5. War Horse - John Williams

Prediksi Pemenang : The Artist - Ludovic Bource

BEST ORIGINAL SONG
1. "Man or Muppet" from The Muppets - Bret McKenzie
2. "Real in Rio" from Rio - Sergio Mendes, Carlinhos Brown, and Siedah Garrett

Prediksi Pemenang : "Man or Muppet" from The Muppets - Bret McKenzie

BEST SOUND EDITING
1. Drive - Lon Bender and Victor Ray Ennis
2. The Girl with the Dragon Tattoo - Ren Klyce
3. Hugo - Philip Stockton and Eugene Gearty
4. Transformers: Dark of the Moon - Ethan Van der Ryn and Erik Aadahl
5. War Horse - Richard Hymns and Gary Rydstrom

Prediksi Pemenang : War Horse - Richard Hymns and Gary Rydstrom

BEST SOUND MIXING
1. The Girl with the Dragon Tattoo - David Parker, Michael Semanick, Ren Klyce, and Bo Persson
2. Hugo - Tom Fleischman and John Midgley
3. Moneyball - Deb Adair, Ron Bochar, David Giammarco, and Ed Novick
4. Transformers: Dark of the Moon - Greg P. Russell, Gary Summers, Jeffrey J. Haboush, and Peter J. Devlin
5. War Horse - Gary Rydstrom, Andy Nelson, Tom Johnson, and Stuart Wilson

Prediksi Pemenang : Hugo - Tom Fleischman and John Midgley

BEST ART DIRECTION
1. The Artist - Laurence Bennett and Robert Gould
2. Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2 - Stuart Craig and Stephanie McMillan
3. Hugo - Dante Ferretti and Francesca Lo Schiavo
4. Midnight in Paris - Anne Seibel and Helene Dubreuil
5. War Horse - Rick Carter and Lee Sandales

Prediksi Pemenang : Hugo - Dante Ferretti and Francesca Lo Schiavo

BEST CINEMATOGRAPHY
1. The Artist - Guillaume Schiffman
2. The Girl with the Dragon Tattoo - Jeff Cronenweth
3. Hugo - Robert Richardson
4. The Tree of Life - Emmanuel Lubezki
5. War Horse - Janusz Kaminski



Prediksi Pemenang : The Tree of Life - Emmanuel Lubezki


BEST MAKEUP
1. Albert Nobbs - Martial Corneville, Lynn Johnson, and Matthew W. Mungle
2. Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2 - Nick Dudman, Amanda Knight, and Lisa Tomblin
3. The Iron Lady - Mark Coulier and J. Roy Helland

Prediksi Pemenang : The Iron Lady - Mark Coulier and J. Roy Helland


BEST COSTUME DESIGN
1. Anonymous - Lisy Christl
2. The Artist - Mark Bridges
3. Hugo - Sandy Powell
4. Jane Eyre - Michael O'Connor
5. W.E. - Arianne Phillips

Prediksi Pemenang : The Artist - Mark Bridges


BEST FILM EDITING
1. The Artist - Anne-Sophie Bion and Michel Hazanavivius
2. The Descendants - Kevin Tent
3. The Girl with the Dragon Tattoo - Angus Wall and Kirk Baxter
4. Hugo - Thelma Schoonmaker
5. Moneyball - Christopher Tellefsen

Prediksi Pemenang : The Artist - Anne-Sophie Bion and Michel Hazanavicius


BEST VISUAL EFFECTS
1. Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2 - Tim Burke, David Vickery, Greg Butler, and John Richardson
2. Hugo - Rob Legato, Joss Williams, Ben Grossmann, and Alex Henning
3. Real Steel - Erik Nash, John Rosengrant, Danny Gordon Taylor, and Swen Gillberg
4. Rise of the Planet of the Apes - Joe Letteri, Dan Lemmon, R. Christopher White, and Daniel Barrett
5. Transformers: Dark of the Moon - Scott Farrar, Scott Benza, Matthew E. Butler, and John Frazier

Prediksi Pemenang : Rise of the Planet of the Apes - Joe Letteri, Dan Lemmon, R. Christopher White, and Daniel Barrett
















Minggu, 12 Februari 2012

Movie Review : The Curious Case of Benjamin Button (2008)


Film berdurasi 166 menit ini diinspirasi dari cerita pendek klasik karya F. Scott Fitzgerald yang memiliki premis cerita yang unik dan menarik. Apa yang terjadi jika manusia terlahir dalam keadaan tua dan pelan-pelan menjadi muda seiring bertambahnya umur hingga akhirnya kembali menjadi bayi? Dikisahkan pada tanggal 18 November 1918 di New Orleans pada saat orang-orang sedang merayakan akhir dari Great War lahirlah seorang anak laki-laki dengan tampilan fisik seperti seorang lelaki berusia 80 tahun-an. Ibu bayi tersebut meninggal sesaat setelah melahirkan dan ayahnya, Thomas Button (diperankan oleh Jason Flemyng) terpaksa membawa bayi itu dan meninggalkannya di depan sebuah rumah panti jompo. Queenie (diperankan dengan sangat baik oleh Taraji P. Henson) salah satu pekerja di panti jompo tersebut akhirnya mengadopsi dan menganggap bayi itu sebagai anaknya sendiri. Lalu diberi nama Benjamin. Di sekitar tahun 1930, Benjamin pun tumbuh secara fisik seperti umur 70 tahun-an tapi sebenarnya berumur 12 tahun, bertemu dengan seorang gadis muda berumur 6 tahun bernama Daisy Fuller (oleh Elle Fanning) yang tinggal bersama neneknya (oleh Phyllis Somerville) di panti jompo dan menjalin hubungan pertemanan. Beberapa tahun kemudian, Benjamin pun bekerja di sebuah kapal penarik di dermaga  New Orleans bersama Kapten Mike Clark (oleh Jared Harris). Dalam waktu luang, kapten membawa Benjamin ke sebuah lokalisasi karena sang kapten kapal tidak percaya bahwa Benjamin tidak pernah bersama wanita sampai umur setua itu. Sepulang dari tempat tersebut, Benjamin untuk pertama kalinya bertemu dengan Thomas Button tetapi ia tidak memperlihatkan bahwa ia adalah ayah kandung dari Benjamin. Kisah hidup Benjamin ini sendiri diceritakan secara episodik, dimana dia juga ikut berperang dalam Perang Dunia II hingga akhirnya ia bertemu kembali dengan Daisy. Film ini termasuk film yang sangat panjang durasinya tetapi penuh dengan filosofi kata yang mengandung arti yang dalam.

Berikut adalah accolades atau penghargaan yang diraih oleh film ini di ajang 81st Academy Awards (Feb 22, 2009) :
WINNER
1.   Best Art Direction - Donald Graham Burt and Victor J. Zolfo
2.   Best Makeup - Greg Cannom
3.   Best Visual Effects - Eric Barba, Steve Preeg, Burt Dalton and Craig Barron
NOMINEE
4.   Best Picture - Kathleen Kennedy, Frank Marshall, and Cean Chaffin
5.   Best Director - David Fincher
6.   Best Performance by an Actor in a Leading Role - Brad Pitt
7.   Best Performance by an Actress in a Supporting Role - Taraji P. Henson
8.   Best Adapted Screenplay - Eric Roth and Robin Swicord
9.   Best Original Score - Alexandre Desplat
10. Best Sound Mixing - David Parker, Michael Semanick, Ren Klyce and Mark Weingarten
11. Best Cinematography - Claudio Miranda
12. Best Costume Design - Jacqueline West
13. Best Film Editing - Kirk Baxter and Angus Wall


Rating : 4/5


Diolah dari berbagai sumber

Sabtu, 11 Februari 2012

Movie Review : Changeling (2008)


Film drama yang satu ini bukanlah film drama biasa. Kenapa? Pertama, film ini diangkat dari kisah nyata yang disutradarai oleh aktor kawakan Clint Eastwood. Kedua, film ini diperankan dengan sangat baik oleh aktris cantik yang dikenal secara internasional, Angelina Jolie! Dan yang terakhir, inti cerita dari film ini sangat menarik. Berawal dari Sabtu pagi di kota Los Angeles pada tahun 1928, Christine Collins (Angelina Jolie) pergi bekerja sebagai operator telepon dan terpaksa meninggalkan putranya yang berusia sembilan tahun, Walter Collins (diperankan oleh Gattlin Griffith). Sepulang dari bekerja, ia mendapati putranya tak lagi berada di rumah. Dengan kebingungan, Christine pun melaporkan kasus ini pada pihak kepolisian. Tak disangka, selama lima bulan penyelidikan, akhirnya pihak LAPD mendatangi Christine dan membawanya ke stasiun kereta api untuk mempertemukan ia dengan anaknya. Akhirnya ia dipertemukan dengan seorang bocah yang mengaku bernama Walter. Christine yang tahu bahwa bocah itu bukanlah anaknya menolak mentah-mentah namun polisi memaksa Christine untuk membawa pulang anak laki-laki tersebut untuk menghindari masalah baru karena di saat yang sama para wartawan juga ingin meliput peristiwa itu. Di hari berikutnya, Christine kembali mendatangi pihak kepolisian dan bersikeras bahwa anak kandungnya benar-benar belum ditemukan. Namun pihak kepolisian membantah dan menyatakan bahwa putra Christine yang hilang sudah ditemukan. Tidak puas dengan respon yang didapat, Christine Collins dibantu oleh seorang aktivis gereja bernama Reverend Briegleb (John Malkovich) mengadakan konferensi pers, tentang rencananya mengembalikan Walter palsu kepada pihak berwajib. Rupanya, pihak LAPD tidak terima dengan tindakan Christine dan segera menjebloskannya ke Rumah Sakit Jiwa dengan alasan ia telah kehilangan kewarasan akibat terlalu merindukan anak semata wayangnya. Nah, Bagaimana dengan keadaan Christine setelah ia dijebloskan di Rumah Sakit Jiwa? Apakah ia berhasil menemukan putranya? Jawabannya dapat Anda temukan sendiri dengan menyaksikan film ini. Hehe.....

Sebagai tambahan informasi, berikut ini adalah beberapa penghargaan yang diperoleh film ini.
A. 81st Academy Awards (Feb 22, 2009)
     1. Best Performance by an Actress in a Leading Role - Angelina Jolie (Nominee)
     2. Best Art Direction - James J. Murakami and Gary Fettis (Nominee)
     3. Best Cinematography - Tom Stern (Nominee)
B. 66th Golden Globe Awards (Jan 11, 2009)
     1. Best Performance by an Actress in a Motion Picture - Drama : Angelina Jolie (Nominee)
     2. Best Original Score - Motion Picture : Clint Eastwood (Nominee)
C. 15th Screen Actors Guild Awards (Jan 25, 2009)
     1. Outstanding Performance by a Female Actor in a Leading Role - Motion Picture : Angelina Jolie (Nominee)


Rating : 4/5


Diolah dari berbagai sumber

Sabtu, 15 Oktober 2011

Movie Review : The Sorcerer and The White Snake (2011)

 
Hari/Tanggal Nonton : Rabu/12 Oktober 2011
Waktu Nonton : 19.30 WIB
Lokasi Nonton : Thamrin-4, Thamrin Plaza
Teman Nonton : Hasan Winja & his sisters.

Sebelum nonton film ini, gue udah membandingkannya dengan serial televisi berjudul The White Snake Legend (1992) yang ditayangkan di salah satu televisi swasta nasional. Alur kisah keduanya tidak jauh berbeda hanya saja di film ini minus panggilan mesra "Suamiku" atau "Istriku" dan pemeran Xu Xian-nya adalah cowok tulen! But anyway, di film ini yang penting ada JET LI!

Eva Huang yang dulu berperan sebagai Fong di film Kungfu Hustle (2004) disini berperan sebagai Xu Xu, seorang siluman ular putih (White Snake) berusia ribuan tahun yang menjelma menjadi seorang wanita cantik demi mencari cinta sejati dari seorang ahli pengobatan tradisional nan lugu bernama Xu Xian (yang diperankan dengan biasa saja oleh Raymond Lam). Green Snake (yang diperankan dengan cukup sukses oleh Charlene Choi) telah berulang kali memperingatkan saudarinya tersebut bahwa mencintai manusia akan menimbulkan resiko pada kehidupannya kelak. Namun, White Snake tetap berpendirian teguh untuk mencari arti cinta sejati. Well, ternyata Xu Xian juga memiliki perasaan yang sama terhadap White Snake yang akhirnya menikahinya. Sementara itu, biksu Fa Hai (diperankan oleh Jet Li) dan muridnya Neng Ren (Wen Zhang) berkeliling kota untuk membasmi siluman. Tidak butuh waktu lama, kedua biksu tersebut akhirnya dapat bertemu dengan White Snake dan Green Snake. Aksi bertarung tentu tak terelakkan. Disini teknologi CGI (Computer Generated Imagery) benar-benar dipergunakan semaksimal mungkin, bahkan terkadang terlalu berlebihan sehingga mengurangi nilai "wah" dari keseluruhan film ini. Gue ngerasa ada beberapa adegan yang mirip banget dengan film 2012. Drama percintaannya terkesan lebay, buktinya adegan ciuman dibawah air diulang hingga tiga atau empat kali. But, film ini bisa dibilang cukup menghibur khususnya duet akting Charlene Choi dan Wen Zhang yang klop banget. 


Rating : 3/5




Diolah dari berbagai sumber




Kamis, 29 September 2011

Movie Review : Final Destination 5 - 3D (2011)


Hari/Tanggal Nonton : Rabu/28 September 2011
Waktu Nonton : 19.50 WIB
Lokasi Nonton : Studio-2, Sun Plaza
Teman Nonton : Lilys, Lukman, Darwin Chow & Sukiwui Hsu

The Internet Movie Database (IMDb) memberi rating film ini 6.4/10 (pada saat posting ini diterbitkan) namun gue pribadi memberi nilai 3/5. Mengapa? Karena film yang disutradarai oleh Steven Quale ini sangat layak ditonton dalam format 3D. Keren abis! Film ini dimulai dengan spektakuler di sebuah jembatan yang sedang diperbaiki oleh para pekerja disana. Sam Lawton (Nicholas D'Agosto) dan mantan pacarnya Molly Harper (Emma Bell) serta beberapa penumpang lainnya menaiki bus dengan tujuan Vancouver-British Island dalam rangka retreat bisnis. Namun sebelum sampai ke tujuan, mereka terjebak macet di jembatan tersebut. Sam tiba-tiba mendapat penglihatan bahwa jembatan tersebut akan runtuh dan memakan korban jiwa termasuk dia dan penumpang lainnya. Perasaan buruk itu membuat Sam mengajak Molly untuk turun dari bis. Melihat keanehan Sam, penumpang lainnya (teman kantor Sam juga) ikut turun dari bis tersebut. Namun apa daya, beberapa saat kemudian penglihatan Sam tadi berubah menjadi kenyataan. Jembatan itu runtuh !! Akhirnya Sam secara tidak langsung berhasil menyelamatkan 6 penumpang lainnya yaitu Peter Friedkin (yang diperankan secara datar oleh Miles Fisher) dan pacarnya Candice Hooper (oleh Ellen Wroe), Olivia Castle (oleh Jacqueline MacInnes Wood), Isaac (oleh P.J.Byrne), Nathan (oleh Arlen Escarpeta) dan Dennis (oleh David Koechner).

Cerita film ini mengandung formula yang kurang lebih sama dengan franchise Final Destination terdahulu mulai dari yang pertama sampai yang ke-empat. Minus-nya film ini adalah karena tidak ada pengembangan cerita ditambah lagi dengan akting kualitas rendah (kalau tidak mau dikatakan buruk) oleh para pemainnya, terutama akting Miles Fisher yang memerankan tokoh Peter Friedkin. Lihatlah ekspresi dia menangis saat pacarnya meninggal dunia, begitupun dengan mimik wajahnya saat mengetahui bahwa kematian akan menjemputnya. Tapi nilai plus film ini terletak pada kengerian yang berhasil ditanamkan kepada penonton terutama adegan saat tokoh Candice sedang melakukan senam di atas sebuah palang, tokoh Isaac yang sedang melakukan terapi pijat, tokoh Olivia yang sedang melakukan operasi laser mata di ruang dokter hingga ending film yang sama sekali gak disangka. 


Rating : 3/5





Diolah dari berbagai sumber

Kamis, 22 September 2011

Movie Review : Conan the Barbarian (2011)


Hari/Tanggal Nonton : Sabtu/17 September 2011
Waktu Nonton : pukul 21.30 WIB
Lokasi Nonton : Studio-4, Thamrin Plaza
Teman Nonton : Darwin Chow & Sukiwui Hsu

Film karya sutradara Marcus Nispel ini dibuka dengan narasi yang di-isi suara-kan oleh aktor kawakan Morgan Freeman. Dikisahkan bahwa seorang bayi (yang kelak bernama Conan) dilahirkan ibunya yang tidak lama juga meninggal dunia di sebuah medan perang. Oleh ayahnya Corin (diperankan oleh Ron Perlman yang juga main di film Hellboy (2004) dan Hellboy II : The Golden Army (2008)), Conan kecil dididik dan dibimbing dengan tegas dan disiplin. Conan akhirnya juga terpaksa harus merelakan kepergian ayahnya karena dibunuh oleh Khalar Zym (Stephen Lang) yang menginginkan potongan Mask of Acheron untuk dapat menghidupkan kembali istrinya yang telah meninggal dunia. Tentu saja dendam timbul di hati Conan, dan berjanji akan menemukan pembunuh ayahnya. Beberapa tahun kemudian, Conan (yang diperankan dengan ekspresi datar oleh Jason Momoa) tumbuh menjadi seorang pejuang yang tangguh. Tak disangka, akhirnya Conan dapat bertemu dengan Khalar Zym. Namun membunuh si penjahat ini bukanlah perkara mudah karena beliau juga dibantu oleh putrinya yang memiliki kekuatan sihir (diperankan dengan kualitas akting yang kurang oleh Rose McGowan, gue paling ingat cewek ini pernah berperan sebagai Paige Matthews di serial Charmed). Nah, di tengah perjalanannya, Conan akan bertemu dengan seorang wanita cantik bernama Tamara (Rachel Nichols) yang dijuluki Pure Blood karena dengan darahnya-lah Khalar Zym dapat dengan mulus mencapai tujuannya. Konflik demi konflik tak terelakkan, film ini juga diwarnai dengan aksi yang bisa dibilang sadistik dengan cucuran darah dimana-mana. Namun, konsep film ini terlalu Hollywood karena sepertinya mengikuti pakem yang sudah ada (dimana Sang Penyelamat berhasil menolong Sang Gadis sekaligus menaklukkan Sang Penjahat). 


Rating : 2,5/5




Diolah dari berbagai sumber.

Rabu, 21 September 2011

Actress Review : Scarlett Johansson


Scarlett Johansson! Hmm....Gue mulai kenal dia (cieee.....sok kenal benget sich) dari film berjudul The Island (2005). Di film tersebut, dia berperan sebagai Jordan Two Delta/Sarah Jordan dan beradu akting dengan Ewan McGregor. Ini adalah film pertama Michael Bay yang tidak diproduseri oleh Jerry Bruckheimer. Scar Jo juga ada di film The Prestige (2006) berperan sebagai Olivia Wenscombe, seorang asisten pertunjukan yang cantik dan seksi yang merasa dimanfaatkan oleh seseorang yang hanya terobsesi dengan berbagai trik sulap. Film ini juga dibintangi oleh Hugh Jackman (Rupert "The Great Danton" Angier) dan Christian Bale (Alfred 'The Professor" Borden). Di tahun 2008, Scar Jo kembali memperlihatkan kualitas aktingnya dengan mengambil peran sebagai Cristina yang senang berpetualang namun tanpa tujuan dalam film arahan Woody Allen berjudul Vicky Cristina Barcelona (yang kebetulan gue punya DVD-nya). Drama komedi ini dilengkapi dengan tone warna yang hangat dan keemasan ditambah lagi dengan keindahan kota Barcelona (kapan gue bisa pergi ke sono ya?). Nah yang terakhir, gue lihat dia ambil peran sebagai Natasha Romanoff atau Natalie Rushman alias Black Widow di film Iron Man 2 tahun 2010 karya Jon Favreau (lihat image-nya di atas, keren banget kan?). Namun ternyata, sebenarnya Scar Jo telah memulai debut film layar lebarnya pada tahun 1994 berjudul North (gue kagak pernah dengar sebelumnya???), dan mendapat 2 nominasi sekaligus di kategori Best Performance by an Actress in a Motion Picture - Drama untuk film Girl With a Pearl Earring dan kategori Best Performance by an Actress in a Motion Picture - Musical or Comedy untuk film Lost in Translation di Golden Globe tahun 2003. Namun sayang, dia belum beruntung mendapatkannya (gue yakin suatu saat nanti giliran elo yang mendapatkannya, Cia you!)





Diolah dari berbagai sumber

Actor Review : James Franco

James Edward Franco lahir tanggal 19 April 1978 di Palo Alto, California, Amerika Serikat memulai karir aktingnya sebagai figuran di acara televisi. Dia memulai debut film layar lebarnya sebagai Jason Way di Never Been Kissed pada tahun 1999. Namun dia lebih dikenal ketika dia bermain dalam film Spiderman (2002), Spiderman-2 (2004) dan Spiderman-3 (2007) sebagai peran antagonis bernama Harry Osborn atau New Goblin. Kemudian dia turut berpartisipasi dalam film Milk sebagai Scott Smith yang berprofesi sebagai aktivis kaum gay yang memiliki hubungan khusus dengan Harvey Milk, seorang politikus Amerika Serikat pertama yang mengakui dirinya gay (diperankan dengan sangat cemerlang oleh Sean Penn). Di film ini, Franco dipuji kualitas aktingnya sehingga dia dinominasikan sebagai Best Supporting Actor di Broadcast Film Critics Association Award dan Satellite Award pada tahun 2008. Dua tahun kemudian dia turut ambil bagian dalam film Eat,Pray and Love sebagai David Piccolo dan beradu akting dengan Julia Roberts. Namun, pencapaian karir aktingnya gue rasa dimulai dari keterlibatan dia berperan dalam film 127 Hours (2010) sebagai Aron Ralston, seorang pemanjat tebing yang gemar tantangan. Film garapan Danny Boyle ini sendiri merupakan kisah nyata dari Aron Ralston, seorang petualang yang jatuh dan terperangkap di sebuah lembah terisolasi di Utah, Amerika Serikat. Film ini membawa Franco untuk masuk dalam nominasi Golden Globe kategori Best  Performance by an Actor in a Motion Picture - Drama dan Academy Award kategori Best Actor in a Leading Role tahun 2011. Namun sayang, dia tidak berhasil membawa pulang penghargaan itu karena jatuh ke tangan Colin Firth yang berperan dalam sebuah drama film Britania Raya berjudul The King's Speech. Di tahun 2011, Franco juga berperan sebagai seorang ilmuwan bernama Will Rodman dalam film Rise of the Planet of the Apes yang untuk pekan pertama pemutarannya berhasil menduduki puncak box office di Amerika Utara. Kabarnya dia akan menjadi produser untuk film Maladies (2011) dan The Stare (2012) yang juga akan dibintanginya. We'll see and wait.


 


Diolah dari berbagai sumber.

Senin, 19 September 2011

Akhirnya ada juga.............

Hi.........................!!!!!

Mmm....Salam sejahtera bagi semua. Sori ya agak nervous soalnya ini blog pertama gue yang akhirnya berhasil diciptakan tepat pada tanggal 19 September 2011 pukul 00.30 WIB atau lebih. Gila, jam segitu gue masih belon ngantuk karena di Minggu sore tanggal 18 September 2011 gue udah tidur 2 jam lebih. Jadinya gini deh......But anyway busway on the way ada hikmahnya juga, toh sekarang gue punya blog sendiri. xixixixi :-) Blog ini gue beri nama Cinemanism karena gue rencananya mau isi dengan movie review, movie talk and something like that. I love movies! Oleh karena itu, gue butuh dukungan dan masukan tentang blog ini, soalnya gue masih amatir nich.

Sebagai penutup, gue cuman bisa bilang "Akhirnya ada juga............"



Agus Jingga a.k.a Agus Huang